Masih Baru di Dunia Freelancing? Ini yang Kamu Perlu Tahu!

Masih Baru di Dunia Freelancing? Ini yang Kamu Perlu Tahu!

Apakah anda bercita-cita menjadi seorang freelancer design grafis? Banyak orang yang merasa bahwa untuk menjadi seorang desainer, yang anda butuhkan hanyalah skill desain menggunakan software.

Padahal kenyataannya, menjadi seorang desainer grafis tidak semudah itu, banyak skill dan kemampuan selain mendesain yang harus anda ketahui dan kuasai, karena jika tidak, maka usaha anda tidak akan berkembang.

  1. Kuasai Software Design Grafis

Pastinya. Inilah hal utama yang harus anda lakukan. Bukan hanya TAHU menggunakan software tersebut, namun anda harus MENGUASAINYA. Beberapa software wajib graphic designer adalah Photoshop, Corel Draw dan Illustrator. Anda mungkin sangat mahir dengan satu, namun anda juga harus tahu menggunakan yang lainny agar kemampuan anda pun beragam.

  1. Manage Sumber Keuangan anda

Menjadi seorang freelancer artinya pendapatan anda menjadi tidak tetap. Oleh karena itu, jika anda masih pemula, anda bisa memulai dengan berkerja di sebuah perusahaan design dulu sambil melakukan pekerjaan freelance di luar jam kerja anda.

Dengan begitu, sambil membangun reputasi anda di dunia freelance, anda tidak perlu takut dengan biaya bulanan anda. Dan yang kedua, menabung atau investasi. Memiliki uang bukan berarti anda bisa menghabiskan lebih banyak, sebaliknya, ada baiknya rezeki saat ini anda simpan untuk keadaan darurat masa depan.

  1. Business Minded

Kamu harus tahu cara-cara memperluas kenalan agar kamu bisa mendapat semakin banyak job dan penghasilan kamu pun bertambah. Milikilah cara berpikir seorang businessman seperti networking, strategi pemasaran, kolaborasi, servis yang baik, pembuatan proposal, pitching, dsb. Kenapa? Sebagai seorang freelancer artinya pekerjaan kamu adalah usaha kamu, dan kalau bukan kamu yang mengembangkannya, siapa lagi? Hanya dengan duduk di depan computer tidak akan membawa customer ke depan kamu, tapi kamu sendiri yang harus mengembangkan dan keluar rumah bertemu calon klien.

  1. Utamakan Klien

Mungkin kamu berpikir bahwa klien kamu tidak mengerti apapun tentang desain grafis, sehingga kamu memaksakan desain kamu kepada mereka. Tapi ada baiknya bahwa anda mendengarkan apa kata klien anda terlebih dahulu, karena tamu adalah raja bukan? Dan apabila anda sudah yakin dengan hasil anda namun klien masih ragu, sebaiknya anda menjelaskan kelebihan desain anda dengan baik daripada anda kehilangan klien anda.

  1. Revisi dan Revisi

Untuk semua orang yang berkerja di dunia desain grafis, anda tentu sudah sangat familiar dengan kejadian ini. Customer yang tidak puas dan terus menerus minta diganti ini itu dengan alasan tidak jelas, dan hasil akhirnya malah jadi tambah jelek dan customer marah-marah. Nah lho, kalau begitu, kita sebaiknya bagaimana? Kalau soal revisi, umumnya ada standar atau batasan maksimal revisi, sebanyak 3 hingga 5 kali.

Dengan begitu, klien anda pun akan pikir-pikir dahulu sebelum meminta perubahan aneh-aneh dan yang tidak perlu.

  1. Pembayaran

Orang yang berbeda tentu memiliki metode berbeda. Namun standarnya, anda meminta bayaran setengah dulu sebelum projek dimulai, lalu pembayaran kedua dilakukan setelah desain anda diterima (setelah revisi). Jangan sampai anda mengerjakan projek dahulu tanpa setengah bayaran dulu maka posisi anda akan sangat dirugikan.

Bayangkan anda sudah lembur mengerjakan projek berjam-jam, terus revisi berulang-ulang, setelah itu, klien membatalkan projek. Oleh karena itulah, buat system pembayaran yang melindungi anda sekaligus nyaman untuk customer anda.

X